Pembelajaran yang efektif untuk anak belajar online atau offline

Pembelajaran yang efektif untuk anak belajar online atau offline

Pembelajaran yang efektif untuk anak belajar online atau offline?

Belakangan ini, kegiatan belajar dan mengajar berubah semenjak terjadinya pandemi covid-19, yang pada awalnya belajar tatap muka menjadi belajar online, awal mulanya ini menimbulkan keresahan pada beberapa orang tua karena tidak mempunyai waktu untuk membimbing proses belajar secara daring atau online ini.

Selain itu orang tua para murid mengeluhkan jika mereka bukan sosok pengajar yang baik untuk anaknya dan khawatir salah menyampaikan pemahaman belajar, karena pada faktanya orang tua harus mengerti dulu materi yang diajarakan baru kemudian menjelaskan pada anak.

Mungkin sebagian besar orang tau siswa berpendapat jika belajar online ini tidak berdampak bagus pada perkembangan anak, dan sepakat jika belajar secara offline atau tatap muka itu yang paling sesuai untuk anak.

Lalu, manakah konsep belajar yang baik untuk anak?. Sebetulnya baik daring (belajar online) atau luring (pembelajaran secara offline) semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing, sebagaimana yang akan kami jelaskan berikut ini

 

Tempat belajar

Kelas online

Karena belajar secara online ini tidak membutuhkan tempat khusus, sehingga pelajar bebas memilih tempat untuk mengikuti kelas online ini, orang tua tidak perlu khawatir anaknya dalam perjalanan ke sekolah, atau takut tidak masuk kelas, karena kegiatan belajar online ini bisa diawasi apalagi jika anak mengikuti kelas online di rumah

Namun kendalanya adalah harus memiliki alat yang mendukung proses belajar contohnya laptop, komputer, ponsel, dan jaringan internet, sementara tidak semua orang mempunyai fasilitas tersebut. Ini yang menjadi salah satu keluhan dari orang tua karena kuota harus selalu tersedia dan ponsel atau laptop yang mendukung.

BACA JUGA :  Perhatikan 4 hal berikut sebelum memilih PTN atau PTS

 

Kelas Offline

Dalam kelas offline pelajar hanya fokus dengan kegiatan belajar dan mengajar bahkan interaksi dengan guru ataupun teman – teman terasa lebih baik dan interaktif dibanding belajar online. Selain itu pelajar tidak perlu mengkhawatirkan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar karena sudah disedikan oleh sekolah.

 

 

 

 

Proses belajar

Kelas Online

Untuk kelancaran proses belajar pada kelas online tidak hanya butuh alat yang memadai tetapi jaringan internet yang baik, karena jika jaringan internet buruk pembelajaran akan terhambat, sangat memungkinkan sekali jika materi yang disampaikan akan terputus putus dan tidak merata sehingga itu menghambat akan proses belajar murid.

Walau demikian, banyak sekali aplikasi lain atau platform yang menyediakan materi yang mudah di akses dengan jaringan yang tidak stabil bagus sehingga muridpun tidak akan mengelami masalah dalam hal tersebut, tinggal bagaimana guru menentukan platform yang akan dipilih.

Begitupun dengan tugas yang diberikan guru, dalam segi pengumpulan dan pengerjaan tugas bisa sangat mudah dikerjakan pada ponsel maupun laptop murid, dan kemudian tugas yang biasanya dikumpulkan menjadi dikirimkan atau diupload entah itu pada email, maupun youtube. Sehingga menjadi pembelajaran lebih untuk orang tua maupun anak.

 

Kelas offline

berbanding terbalik dengan pembelajaran online, murid tidak perlu memerlukan dan mengkhawatirkan jaringan, karena hanya fokus memperhatikan guru, selain itu guru juga akan bisa memberikan penjelasan lebih serta interaktif, dan mengawasi para murid dalam kegiatan belajar.

 

Lalu apa yang baik untuk anak? kelas online atau offline? Menurut pandangan kami, semua proses belajar baik online maupun offline tergantung bagaimana guru menyampaikan dan menyesuaikan cara yang diterapkan dalam mengajar online maupun offline, guru dituntut lebih kompeten untuk bisa menguasai hal tersebut. Karena para murid akan mengikuti dan mengerti pelajaran lebih baik ketika penyampaian yang dilakukan baik.

BACA JUGA :  3 Jenis investasi di masa pandemi yang menguntungkan.docx

Dan tugas sebagai orang tua di rumah adalah mengawasi dan mengevaluasi tugas anak, sehingga pengawasan yang biasa dilakukan oleh guru secara langsung di sekolah dapat dilakukan oleh orang tua di rumah, itu juga dapat membuat pendekatan yang baik untuk orang tua dan anak, mengetahui pola pikir anak, minat, bahkan sikap anak ketika belajar.