6 Hal ini menunjukan finansial kamu sehat

6 Hal ini menunjukan finansial kamu sehat

Baik buruknya kondisi finansial itu di tentukan oleh diri sendiri, kondisi finansial yang baik ataupun buruk pasti akan sangat berdampak jelas bagi kehidupan seseorang, kondisi finansial yang buruk untuk kehidupan seseorang misalkan, sering berhutang, foya – foya, tidak punya dana darurat dll.

Sedangkan kondisi yang baik berdampak sangat positif seperti bebas dari hutang, mempunyai dana darurat , tabungan yang cukup dll. Hampir semua orang mengatakan jika kondisi finansialmu baik maka separuh masalah hidupmu terselasikan.

Sudahkah kamu sadari bahwa finansial kamu sedang baik atau buruk? Atau bahkan tidak tahu sama sekali?, baik kamu adalah seorang pekerja maupun seorang pengusaha tentunya harus mengatahui kondisi finansial dirimu ya, karena ini sangat penting untuk masa depanmu.

Mari kita cari tahu apakah kondisi finansial kamu sudah baik atau buruk dengan enam hal yang akan kita bahas, simak enam cara berikut

 

Bebas dari hutang konsumtif

Hutang konsumtif, entah disadari atau tidak semua orang pernah berhutang konsumtif, hutang konsumtif adalah kegiatan berhutang yang bertujuan untuk kebutuhan barang yang dikonsumsi atau dipergunakan.

 

Contoh dari hutang konsumtif ialah kartu kredit, pinjaman online, KTA dll.

Di era digital ini banyak sekali aplikasi yang mempermudah untuk berhutang, bisa kita lihat pada iklan –  iklan yang sering bermunculan yang kebanyakan adalah jasa pinjaman online dengan embel – embel mudah cair dengan jumlah kredit limit tinggi, persyaratan mudah, dan bunga rendah.

 

Contoh diatas dapat dikatakan sangat menjadi faktor pendorong lebih seseorang untuk berhutang secar konsumtif, ini bisa berbahaya jika tidak bisa menggunakan pinjaman dengan bijak yang akhirnya membengkak dan memakan penghasilan kamu.

BACA JUGA :  4 Cara ini mampu menaikan omset jualan

 

Baiknya pinjaman konsumitif maupun produktif itu batas maksimal adalah 35 persen dari penghasilan kamu, untuk meminimalisir telatnya pembayaran atau malah membuat penghasilan kamu semakin berkurang.

 

Mempunyai dana darurat

Sama halnya dengan pemain cadangan dalam sebuah olahraga, dana darurat merupakan dana diperuntukan untuk kebutuhan tertentu yang bersifat mendesak, dan dana darurat tersebut sengaja disiapkan oleh seseorang, tapi jangan disalah artikan bahwa dana darurat adalah tabungan, karena dana darurat berbeda kegunaannya dengan tabungan.

Contoh penggunaan dana darurat seperti terjadinya hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan, rekan sakit, kendaraan tiba – tiba mogok, dll. Sehingga dana tabungan tidak terganggu oleh hal – hal seperti yang kami contohkan.

Seberapa pentingkah dana darurat?, sangat penting agar tidak terganggunya simpanan pokok pada tabungan, dan dana darurat ini bisa di pergunakan dalam kondisi tertentu, lalu apabila dana darurat ini tidak terpakai maka dana bisa di alokasikan kepada tabungan pokok, namun usahakan pada setiap bulan untuk menyisihkan dana darurat.

 

Jumlah tabungan 2 kali gaji setahun

Mempunyai tabungan yang cukup merupakan hal yang diharapkan semu orang, menabung adalah hal yang sulit untuk orang yang belum terbiasa, hal kecil namun sulit untuk dilakukan padahal dengan fungsi yang menguntungkan untuk kedepannya, baik untuk hari tua maupun untuk sumber modal usaha pada masa depan.

Bagaimana cara memiliki tabungan 2 kali gaji setahun? Itu kembali kepada tekad kamu, karena ini murni dari diri kamu sendiri, tips dari kami adalah maksimalkan dan buat target untuk tabungan itu sendiri, contoh jika dana darurat yang dipersiapkan tidak membantu dan terpaksa harus mengambil dana tabungan, jadikan uang yang kamu ambil pada tabungan itu sebagai hutang yang harus kamu ganti.

BACA JUGA :  Tips berhasil menabung agar cepat terkumpul dengan 6 cara ini

 

Sudah berinvestasi

Sudahkah kamu berinvestasi? Jika belum kamu bisa baca dari artikel kami tentang bagiamana berinvestasi sebelumnya. Investasi sangat penting untuk memutarkan dana tabungan kamu agar menjadi income yang baik untuk kondisi finansial.

Banyak sekali jenis investasi tinggal bagaiman kamu memilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan dana yang kamu berani keluarkan, namun harus diperhatikan baik – baik ya, jangan asal investasi karena ada resiko dalam setiap investasi yang nantinya akan kamu pilih, baik itu resiko tinggi maupun rendah tentunya seimbang dengan income yang akan diterima.

 

Mempunyai sumber pendapatan lain

Jika kamu seorang pekerja usahakan sumber dana yang kamu terima tidak hanya dari gaji, atau jika kamu seorang pengusahan jangan hanya mengandalkan satu usaha saja, harus bercabang dan banyak tentunya, semakin banyak sumber pendapatan semakin baik kondisi finansial kamu.

Jika sumber pendapatan hanya ada pada satu sumber, ketika semua itu memburuk kamu tidak mempunyai sumber cadangan untuk bisa memenuhi kebutuhan kamu, sumber pendapatan ini juaga sama dengan dana darurat, satu sumber untuk fokus pada tabungan, dan sumber lain fokus untuk memenuhi kebutuhan sehari hari misalnya, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk sumber dana yang akan ditabungan.

 

Mempunya Passive Income

Apa itu passive Income, ialah penghasilan yang didapat dengan melakukan aktifitas yang minim, atau keuntungan yang didapat tanpa usaha yang lebih. Sehingga jika kamu bekerja atau berbisnis kegaitan utamamu tidak terganggu dan tetap fokus.

Contoh passive income seperti investasi saham, sewa rumah, pemasaran afiliasi dll. Kita jabarakan, ketika kamu mempunyai sebuah rumah baik itu rumah yang dicicil ataupun rumah yang belum ditinggali, bisa kamu sewakan sehingga rumah tersebut dapat menghasilkan, penghasilan yang didapat bisa kamu jadikan sebagai biaya cicilan rumah jadi kamu tidak perlu repot memikirkan baiya cicilan rumah, itu kondisi jika rumah kamu masih cicilan.

BACA JUGA :  3 Jenis investasi di masa pandemi yang menguntungkan.docx

Beda halnya dengan rumah yang tidak kamu tempati, uang yang di hasilkan bisa ditabung dan beberapa persen disimpan untuk perbaikan rumah apabila rumah yang nantinya berhenti di sewakan mengalami sedikit kerusakan kamu tidak perlu repot memikirkan biaya untuk perbaikannya.

Jika 6 poin diatas sudah kamu lakukan maka bisa dikatakan finansial kamu sudah sehat, namun jika belum maka segera lakukan untuk kebaikan kamu dimasa depan. Itulah 6 hal yang bisa di kategorikan finansial kamu baik atau tidak semoga selalu sehat, dan tetap berusaha, semangat, semoga sukses.

Terima kasih